You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Pemdes Wirakanan

Kabupaten Indramayu

Logo Desa Wirakanan
Desa Wirakanan

Kec. Kandanghaur, Kab. Indramayu, Provinsi Jawa Barat

Selamat Datang Di Website Resmi Pemerintah Desa Wirakanan. Menuju Desa Wirakanan Juara Dan Bermartabat Jika pengaduan kamu tidak keluar dalam aplikasi SIWIRA silahkan lakukan CLEAR CACHE di hp anda! Informasi: Lapak Desa sementara hubungi kepala dusun masing-masing. Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2024

Ngunjung TPU JIDON. Kuwu: Tradisi Leluhur Yang Sarat Makna.

Administrator 04 Oktober 2026 Dibaca 9 Kali

WIRAKANAN, INDRAMAYU – Pemerintah Desa Wirakanan menggelar tradisi tahunan Ngunjung TPU JIDON yang berpusat di Blok Kemped, Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (4/10/2026). Mengusung tema "Memelihara Adat Leluhur, Menjaga Nilai Moral Bangsa", acara ini dihadiri oleh Kuwu Wirakanan, Pamong Desa, Rt dan Rw setempat, Pengurus masjid Hidayatul Hidayah, MUI Desa Wirakanan dan seluruh masyarakat Blok Kemped serta warga Desa Wirakanan dan Desa Karangmulya secara umum. Kepala Dusun Blok Kemped Iman Sulaiman mengatakan "Masyarakat yang hadir Alhammdulillah sangat banyak, ini menandakan Antusias kebersamaan diwilayah Dusun Kemped sangat baik". Iman menambahkan "acara berjalan lancar dan tanpa kendala".

​Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Sabtu malam melalui tahlilan bersama. Puncak acara dilangsungkan pada Minggu pagi mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, diisi dengan pembacaan surat Yasin, tahlil, serta prosesi tumpengan sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

​Kuwu Desa Wirakanan, H. Nurkat Hadikusomo, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam bertajuk "Ngunjung Bagian dari Nilai Agama dan Tradisi yang Tidak Terpisahkan". Ia menjelaskan arti penting tradisi ini dari sudut pandang bahasa dan kebudayaan.

​"Ngunjung dalam bahasa Indonesia berarti berkunjung, dan dalam bahasa Arab disebut ziarah. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setahun sekali di Tempat Pemakaman Umum (TPU) ini telah menjadi norma dan adat masyarakat yang menetapkan aturan di wilayah masing-masing," ujar H. Nurkat.

​Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa tradisi ini melahirkan kebudayaan yang kaya tampak dari acara tahlilan, penggunaan pakaian khas, tata bahasa, tradisi tumpengan, hingga bentuk kebersamaan masyarakat saat mendoakan para pendahulu, khususnya orang tua.

​Acara ditutup dengan doa bersama untuk para leluhur dan keluarga yang telah berpulang. "Semoga para almarhum dan almarhumah yang telah mendahului kita diterima seluruh amal ibadahnya di sisi Allah SWT," tutup Kuwu Wirakanan. (Sa'id).

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image